Belajar Kepemimpinan Melalui Sharing Bersama

Kevano, salah satu Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar membagikan pengetahuan dan pengalamannya tentang kepemimpinan. Dengan lancar dan penuh semangat, Kevano menampilkan presentasi tentang dasar-dasar kepemimpinan. Setidaknya ada dua hal mendasar yang menjadi perhatian Kevano dalam upaya membangun kepemimpinan, yakni upaya pengembangan prinsip kepemimpinan dan kemampuan pemimpin. Dua hal itu dipresentasikan evano dengan contoh lewat sharing pengalaman pribadinya ketika menempuh studi di Kolese Kanisius Jakarta dan keterlibatannya dalam kegiatan di kampusnya saat ini.

Tidak Setengah-setengah

Salah satu pesan kepemimpinan yang disampaikan Kevano bahwa kepemimpinan adalah totalitas yang artinya tidak setengah-setengah. Totalitas berarti mengupayakan berbagai cara dengan daya terbaik agar tujuan bisa tercapai. Kemauan belajar dari berbagai pihak juga menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kapasitas diri dan organisasi. Kerelaan untuk berkorban menjadi semangat yang harus terus menyala demi hasil yang terbaik. Tugas kepemimpinan menurut Kevano adalah membangan solidaritas dan menjadi bagian dari gerakan dalam menyelesaikan masalah.

Sekilas Tentang VOLT

Sharing pengalaman dan pengetahun oleh Kevano itu dilakukan dalam pertemuan virtual dalam progam VOLT pada Sabtu, 12 Juni 2021. Program Volunteering and Leadership Training (VOLT) diinisiasi oleh Lembaga Daya Dharma  (LDD) KAJ  berkolaborasi dan bersinergi dengan para relawan muda LDD KAJ. Ada 31 orang muda menjadi peserta VOLT pada angkatan perdana ini. Mereka dari berbagai latar belakang berbeda, termasuk perbedaan umur, asal sekolah, asal suku, dan agama.  VOLT perdana ini didedikasikan untuk peserta dari siswa SLTP, SLTA, dan mahasiswa. Para mentor dan panitia penyelenggara yang terlibat aktif dalam VOLT adalah para relawan muda LDD KAJ yang sudah dan sedang terlibat dalam gerakan sosial bela rasa bersama LDD KAJ. 

 Program VOLT dibentuk untuk  memfasilitasi orang muda untuk saling asah, asih, dan asuh dalam proses pembentukan jati diri kepemimpinan yang unggul dan memiliki hati peduli untuk membangun keadaban publik dengan terlibat dalam gerakan sosial bela rasa. Peserta bersama para mentor dan panitia berinteraksi dalam proses pembelajaran tentang isu kepemimpinan dan sosial kemasyarakatan. Berproses bersama untuk mengetahui, memahami, menganalisa penyebab kemiskinan dan mencari gagasan kreatif sebagai solusi mengatasi permasalahan sosial itu.